Wednesday, June 12, 2013

Puisi Untuk Marwah 1

angin utara berhembus ke selatan
waktu-waktu matahari kian dekat untuk muncul ke permukaan
seolah sapaan kecil berupa kehangatan akan datang di pagi ini


seperti yang pernah ia katakan
tentang diriku yang seolah mengganggu kehidupannya
percayalah ..
semua apa yang kau katakan padaku
biarpun itu seperti tebasan ujung tembikar tajam yang telah pecah
itu adalah makanan untuk jiwaku
agar aku bangkit dan berdiri di arah dan tujuan yang sudah ku tetapkan dari awal

cinta yang sudah kita bina selama bertahun-tahun
akan menjadi sumber kerinduan saat kita berpisah
tak akan pernah sirna selamanya
ini adalah hukum ketetapan tentang sebagian jiwa yang tunggal
namun ketika kerinduan itu menyapa
seolah sebagian jiwaku seperti rapuh tak berdaya
namun aku tidak akan pernah berhenti
untuk selalu berdiri
untuk selalu berlari
dan mengejar semua yang sudah kau ucapkan padaku
hingga aku akan membuktikannya di kemudian hari

Yanwar

No comments:

Post a Comment